Tuhan, bagaimana lagi aku harus menghadapi mereka ? Aku lelah, harusnya aku bisa menghadapinya, perjuanganku tidak seperti Rasul, aku sudah...aku tidak bisa kuat seperti yang aku bayangkan. Harusnya aku tahu ini terguran buatku dariMu wahai Penciptaku. Rabbi, maaf jika aku terus mengeluh. Aku malu padaMu. Aku malu Tuhan.
Rabb, jiwa ini benar-benar haus dan kering. Aku butuh supply energi iman dan taqwa yang lebih. Tuhan aku telah lama sekali tidak kembali lagi menemuiMu. Aku yang butuh tapi aku amat sangat sedih tidak menyapaMu lagi. Aku rindu padaMu ya Rabb. Biarkan aku kembali padaMu. Masih bolehkah ?
Selama ini aku hanya sibuk mengurusi diriku sendiri, aku begitu egois, Allah. Aku tidak ingin menjadi anak yang tidak berguna. Aku tidak ingin menjadi orang bodoh. Allah, aku ingin menangis di hadapanMu. Aku... benar-benar rindu, benar-benar butuh akan balaianMu lagi Rabb... Wahai pemilik seluruh jasad dan ruhku. Aku ingin sepertiga malam itu segera datang, agar aku tak perlu menunggu lama untuk menemuiMu, dengan ditemani oleh malaikat yang terus memujiMu dan bershalawat atas sang Rasul. Tolong obati rinduku ya Allah, untuk kembali bercengkrama denganMu, kembali mendapatkan hidayahMu, kembali mendapatkan semua curahan cinta dariMu, walau aku tahu cintaMu takkan pernah habis buat seluruh jagad raya ini.
Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzibaan ?
“Dan nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustai ?”
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment