Tuesday, October 27, 2009

Bangun pemudi pemuda


Bangun pemudi pemuda Indonesia
Lengan bajumu singsingkan untuk negara...
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap Nusa

Saturday, August 1, 2009

Ketika bimbang terus menggelayuti pikiran

Apalagi yang harus kulakukan untuk melampiaskan semua kemauanku? Pikiran ini masih terbebani dan tidak mau diam. Ah,, apa yang kuinginkan aku pun tidak tahu. Mau apa aku ini? Terus saja bertanya pada diri sendiri dan taka tahu harus berbuat apa. Tak tahu harus bertanya pada siapa.

Gilakah aku? Ah, tuhan masih pantaskah aku menyebut namamu. Saat aku membutuhkanmu. Aku sungguh merasa sangat hina untuk sekedar memanggil Mu. Bagaimana agar kepuasanku tercapai?
Kembali kata tanya yang terus keluar dari fikiranku.

Kepalaku hampir pecah hanya karena memikirkan sebuah tanya. Tanya yang tak pernah ada jawabnya
Terus bingung mencari, tak tahu arah dan tujuan pasti. Hingga burung pun menertawakanku. Matahari tak mau lagi menyapaku di siang hari. Dia lebih memilih mendung untuk mencemoohku. Bukan hangat mentari yang kudapatkan. Untuk sekedar menghangatkan hati yang beku, karena rindu...

Kegiatanku

Aku pergi ke langit lalu menangisku
Aku pergi ke taman lalu tertawaku
Aku pergi ke jalan lalu berlariku
Aku pulang kerumah lalu tertidurku

Sunday, July 5, 2009

Akhirnya semangat itu pun muncul

Awalnya aku merasa ragu sekali mengikuti kegiatan ini, sudah ada ragu, maka semangat untuk meneruskan sudah hampir tidak ada. Tapi aku tetap meneruskan langkahku, walau setengah hati kujalani. Allah pasti sudah mengaturnya untukku. Membuatku seperti ini dan seperti itu. Hidup adalah pilihan dan kita yang membuat pilihan itu menjadi takdir kita dalam hidup.

Aku mendapatkan pelajaran berharga tentang dakwah, semangat yang diselipkan dalam jiwa akan tujuan kita hidup di dunia, kita yang menginginkan surga, kita yang menginginkan Islam kembali berjaya (Ah, apakah aku terlalu idealis?) kita yang mendapatkan ‘kembali’ saudara satu misi, visi dan tujuan hidup. Allah terima kasih, nikmatmu sungguh manis kureguk, dan pengorbananku untuk itu barulah sedikit. Baru sekedar baju basah dan kotor, baru sekedar muka terbakar sinar matahari, baru sekedar bermandikan lumpur, ah itu belum apa-apa sobat, baru nol koma sekian persen dari jihad ang sebenarnya. Apakah kita mengeluh, ya beberapa di antara kita mengeluh.

Jangankan untuk berdakwah, dari keluhan itu apakah kita sudah sanggup menghadapi para missionaris? Itu pengorbanan yang bisa dibilang belum berarti apa-apa, tapi itu semua merupakan awal dari ghirah dakwah dan jihad itu muncul.

Ya, Rasul pun menyebut ‘ummati ummati dan ummati’ ketika ajal menjemputnya. Duhai idola semua dari semua idola, shalawat serta salam tak hentinya dikumandangkan oleh banyak muslim di dunia kepadamu. Tolong syafa’ati kami, yang baru mencoba mencicipi manisnya jihad dan dakwah di jalan kekasihmu, Allah SWT.

Thursday, July 2, 2009

Tak perlu sebuah judul

Hati ni sedang dilanda resah dan gelisah
Menanti sebuah kesukacitaan datang menghampiri
tapi ia tak jua tiba

Hati ini rindu untuk membagi cinta
Tapi tiada yang datang untuk meminta sebongkah cinta
Yang telah kupersiapkan untuknya yang teristimewa di hati

Begitu banyak manusia-manusia rupawan,
tapi dimana ia yang bisa menawan hatiku ?
Bukan mencari tapi menemukan…
Menemukan separuh jiwa yang terpisah
entah untuk sekian lama…

Air mata ini hampir jatuh untuk yang kesekian kali
Tapi ia tak kunjung datang di hadapan ku

Ketika hati mulai berontak dan marah
Tak ada lagi cinta itu,
Tak ada lagi penantian untuknya yang akan memenjarakan hati
Kosong. Hampa. Diam.

Disuatu petang yang bimbang

Tuhan, bagaimana lagi aku harus menghadapi mereka ? Aku lelah, harusnya aku bisa menghadapinya, perjuanganku tidak seperti Rasul, aku sudah...aku tidak bisa kuat seperti yang aku bayangkan. Harusnya aku tahu ini terguran buatku dariMu wahai Penciptaku. Rabbi, maaf jika aku terus mengeluh. Aku malu padaMu. Aku malu Tuhan.

Rabb, jiwa ini benar-benar haus dan kering. Aku butuh supply energi iman dan taqwa yang lebih. Tuhan aku telah lama sekali tidak kembali lagi menemuiMu. Aku yang butuh tapi aku amat sangat sedih tidak menyapaMu lagi. Aku rindu padaMu ya Rabb. Biarkan aku kembali padaMu. Masih bolehkah ?

Selama ini aku hanya sibuk mengurusi diriku sendiri, aku begitu egois, Allah. Aku tidak ingin menjadi anak yang tidak berguna. Aku tidak ingin menjadi orang bodoh. Allah, aku ingin menangis di hadapanMu. Aku... benar-benar rindu, benar-benar butuh akan balaianMu lagi Rabb... Wahai pemilik seluruh jasad dan ruhku. Aku ingin sepertiga malam itu segera datang, agar aku tak perlu menunggu lama untuk menemuiMu, dengan ditemani oleh malaikat yang terus memujiMu dan bershalawat atas sang Rasul. Tolong obati rinduku ya Allah, untuk kembali bercengkrama denganMu, kembali mendapatkan hidayahMu, kembali mendapatkan semua curahan cinta dariMu, walau aku tahu cintaMu takkan pernah habis buat seluruh jagad raya ini.

Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzibaan ?
“Dan nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustai ?”

Monday, June 29, 2009

Lelaki yang kukenal

Jelas terlihat wajah nan berseri
Dua sudut bibir tertarik ke atas melukiskan suasana hati
dan tak pernah hilang dari bibir sang lelaki
Jagad raya telah menjadi teman baik selama sehari
Pipinya bersemu merah ketika kucoba mengetahui
Hingga tak perlu waktu lama mencari

Ah, ternyata cinta sedang menggelayut manja
Menyapa sudut jiwa
Seorang gadis berkacamata telah demikian membuatnya
Membuat seorang lelaki yang kukenal terus bahagia
Dan tak pernah lelah berpuisi indah
Berusaha mengucapkan cinta lewat kata
Berusaha agar ungkapan cinta tersampaikan sempurna
Bersambut ....

Apa daya....
lelaki yang kukenal kini dirundung kesedihan yang sangat
tak cukup menghiburnya lewat kata semangat
aku tak bisa berbuat
sang gadis pergi tanpa pamit, tanpa sebab....

Ah, seorang lelaki yang kukenal
Nyala lampu dihatinya seolah redup dan padam
Senyum dihatinya tak lagi kulihat semalam
Sebuah tanda tanya sedang menguasai ruh temaram
Akan kepergian seorang gadis pujaan