Monday, May 11, 2009

The Terminal



Awalnya saya nggak tahu film ini, saya tahu dari teman kosan saya, katanya film ini sudah lumayan lama, tapi saya mau tahu saja ‘gimana sih film ini’. Isi cerita dilm ini sebenarnya cukup simpel, simpel banget bahkan, tapi dikemas dengan sarat makna. Dia seorang lelaki yang datang dari negara konflik dan paspornya nggak bisa diterima di negara manapun, karena terjadi pemberontakan di negaranya, yang menyebabkan kekacauan luar biasa. Akhirnya oleh pemerintah bandara AS dia diperbolehkan tinggal di bandara tersebut sampai tidak diketahui kapan waktunya. Artinya dia tinggal disana dengan keadaan yang nggak pasti.

Parahnya lagi dia nggak bisa bahasa Inggris, sehingga menyulitkannya untuk berkomunikasi, dia benar-benar bermodalkan nekat pergi ke negara asing dan tidak ada siapa pun yang dikenalnya. Tinggallah disana sampai negaranya aman kembali dan ia melalui berbulan-bulan waktunya disana tanpa seorangpun yang dapat dikenal, dimintai bantuan, ataupun sekedar menjadi temannya. Ber-bulan-bulan bahkan tahunan ia lewatkan di bandara dengan tanpa kamar, kursi bahkan ranjang sampai ia dapat berbahasa Inggris. Bagaimana ia memperhatikan orang lain untuk mendapatkan uang tapi tidak dengan cara mencuri, dan mempunyai banyak teman yang sayang sekali padanya.

Di akhir cerita baru dapat dilihat tujuan ia datang ke AS untuk apa, alasannya sangat-sangat simpel, walau begitu ia merelakan waktunya untuk mau menunggu sampai kapan ia juga tidak tahu. Pelajaran yang dapat diambil dari film ini sangatlah mengetuk pintu hati para penontonnya. Tidak perlu saya beritahu apa alasannya datang kesana hingga mau menderita dan dicemooh hingga tidak disukai banyak orang. You must watch this.

No comments:

Post a Comment