Yah, Situ Gintung menangis,...
kita nggak tahu kapan musibah itu datang, dan puisi dari Taufiq Ismail benar sekali akan tanda-tanda dari Allah yang harus kita ketahui
Jebolnya tanggul Situ Gintung tidak datang tiba-tiba, tapi hari-hari sebelumnya telah diberikan tanda-tandanya,...
Ternyata hanya sebagian yang telah dapat membaca tanda-tanda itu,...
Nasi telah menjadi bubur, kita hanya bisa mendoakan dan memberi bantuan sebisa kita, semoga semua yang telah tiada diterima di sisi-Nya Amin, dan yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hari-harinya esok. Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment